Naik Kelas Bersama Perhutanan Sosial: Jambore Jawa Timur 2026 Dorong Ekonomi Hijau dan Kelestarian Hutan
Published 22 hours ago
Semangat kolaborasi dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali digaungkan melalui Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026. Bertempat di Alun-Alun Reksogati Caruban, Kabupaten Madiun, kegiatan ini mempertemukan lebih dari 1.100 peserta dari berbagai unsur, mulai dari petani hutan, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), akademisi, mitra usaha, pemerintah daerah, hingga Kementerian Kehutanan.
Mengusung tema “Naik Kelas Bersama Perhutanan Sosial”, jambore menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan agroforestri, hilirisasi produk, kemitraan usaha, serta perluasan akses pasar bagi KUPS di Jawa Timur. Perhutanan sosial tidak hanya menjadi upaya menjaga hutan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi secara produktif dan berkelanjutan.
Beragam kegiatan turut hadir untuk memperkuat promosi dan pengembangan produk perhutanan sosial. Mulai dari Festival dan Display Kopi KUPS, pameran produk perhutanan sosial, podcast inspiratif, business matching, hingga sarasehan perhutanan sosial. Berbagai kegiatan tersebut menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, memperluas jaringan, serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dan pasar yang lebih luas.
Dukungan terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui pemberian penghargaan kepada para penggerak lingkungan serta penyaluran berbagai bantuan alat ekonomi produktif. Bantuan tersebut mencakup peralatan pengolahan nanas dan kopi, alat pipil jagung, hingga perlengkapan untuk pengembangan ekowisata dan jasa lingkungan. Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.
Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 menjadi pengingat bahwa kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pihak, potensi perhutanan sosial dapat terus dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi hijau. Bersama menjaga hutan, bersama meningkatkan kesejahteraan, menuju Jawa Timur yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.