Komisi VII DPR RI Kunjungi PT Cahaya Agro Teknik, Soroti Penguatan SNI dan Daya Saing IKM
Published 1 hour ago
PT Cahaya Agro Teknik Surabaya mendapat kunjungan kerja spesifik dari Komisi VII DPR RI pada Kamis, 10 September 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda untuk menyerap aspirasi dan melihat secara langsung kondisi pelaku industri kecil dan menengah (IKM), khususnya terkait kebutuhan pengembangan industri, standardisasi produk, serta dukungan terhadap peningkatan daya saing.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII DPR RI menyoroti pentingnya akses terhadap fasilitas pengujian dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku IKM. Keterbatasan laboratorium pengujian di daerah menjadi salah satu kendala yang dapat membuat proses pemenuhan standar membutuhkan waktu dan biaya lebih besar bagi pelaku usaha.
PT Cahaya Agro Teknik sendiri merupakan IKM yang memproduksi berbagai peralatan untuk mendukung sektor industri makanan dan pertanian. Produk yang menjadi bagian dari kegiatan usahanya antara lain mesin sangrai dan mesin pengolahan kopi. Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi VII juga meninjau produk dan mesin yang dikembangkan oleh perusahaan secara langsung.
Selain persoalan standardisasi, pembahasan juga mencakup kebutuhan penguatan ekosistem IKM, termasuk akses pasar dan permodalan. Bambang Haryo Soekartono menyampaikan bahwa keberlangsungan IKM seperti Cahaya Agro membutuhkan dukungan agar dapat terus berkembang. Ia juga mengapresiasi keberadaan Cahaya Agro yang telah menjalankan usahanya sejak era 1990-an dan memproduksi peralatan yang mendukung pelaku usaha di sektor makanan dan pertanian.
Penguatan SNI dan fasilitas pengujian menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan produk IKM. Pemenuhan standar dapat menjadi bagian dari kesiapan produk untuk memasuki pasar yang lebih luas, sementara kemudahan akses terhadap fasilitas pengujian dapat membantu pelaku usaha menjalani proses standardisasi secara lebih efisien.
Kunjungan kerja ini juga memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara industri, pemerintah, dan sumber daya manusia. Dalam pembahasan lain pada kunjungan tersebut, kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan praktis serta pendidikan vokasi yang lebih aplikatif turut menjadi perhatian untuk mendukung kebutuhan industri manufaktur.
Bagi PT Cahaya Agro Teknik, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan secara langsung kondisi, produk, serta tantangan yang dihadapi IKM kepada pemangku kepentingan. Sementara bagi pengembangan industri secara lebih luas, pembahasan mengenai standardisasi, fasilitas pengujian, pasar, permodalan, dan tenaga kerja menunjukkan bahwa peningkatan daya saing IKM membutuhkan dukungan dari berbagai sisi.