Bioflok Desa Jadi Tulang Punggung Ekonomi Biru: KKP Dorong Kemandirian Pangan & Usaha Rakyat
Published 1 month ago
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat fondasi Ekonomi Biru nasional. Di bawah kepemimpinan Menteri Sakti Wahyu Trenggono, KKP melalui sinergi BPPSDM KP dan DJPB meluncurkan program Pelatihan Budi Daya Lele dan Nila Bioflok Tematik di 100 Koperasi Desa (KDMP) wilayah Jawa–Bali. Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kemandirian pangan sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat berbasis desa.
Program bioflok dipilih karena memiliki tingkat profitabilitas tinggi, bahkan pada lahan terbatas kurang dari 1.000 m². Dengan kepadatan tebar yang optimal dan manajemen yang tepat, unit usaha bioflok mampu menghasilkan panen berkelanjutan dan pendapatan yang menjanjikan. Hal ini menjadikan bioflok sebagai solusi nyata bagi desa dalam menciptakan lapangan kerja dan sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.
Tidak hanya berfokus pada produksi, KKP juga memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui skema Training of Trainers (ToT). Peserta pelatihan dibekali pengetahuan menyeluruh, mulai dari desain kolam bioflok, manajemen kualitas air, pengaturan pakan, hingga strategi pemasaran hasil panen. Dengan pendekatan ini, desa diharapkan mampu melahirkan pelatih lokal yang mandiri dan berdaya saing.
Namun, di balik potensi besar tersebut, terdapat tantangan krusial yang mengancam keberlanjutan usaha bioflok, yakni biaya pakan. Pakan menyerap sekitar 60–80% dari total biaya operasional, sehingga ketergantungan pada pakan pabrikan yang mahal menjadi beban berat bagi koperasi dan pelaku usaha. Tanpa solusi nyata, keuntungan bioflok dapat tergerus dan tujuan kemandirian ekonomi desa sulit tercapai.
Menjawab tantangan tersebut, Cahaya Agro hadir sebagai mitra strategis pendukung program KKP melalui solusi Mesin Produksi Pakan Mandiri (ekstruder). Dengan mesin ini, koperasi dan unit usaha bioflok dapat memproduksi pakan sendiri dari bahan baku lokal, menekan biaya operasional secara signifikan, sekaligus menjaga kualitas dan kesegaran pakan. Inilah langkah konkret untuk mewujudkan bioflok yang benar-benar mandiri, berkelanjutan, dan menguntungkan bagi desa.
Artikel Terbaru
Puasa Jalan, Gizi Tetap Aman: Program MBG Tetap Hadir Selama Ramadan
Published 3 days ago
ampung Nelayan Merah Putih, Gelombang Baru Kebangkitan Ekonomi Pesisir
Published 3 days ago
Bergerak Nyata untuk Negeri: Cahaya Agro Teknik Dukung Program Mahasiswa Berdampak
Published 3 days ago
Steamer Gas 24 Tray – Andalan Dapur Produksi Besar untuk Menu Sehat & Bergizi
Published 3 days ago
Cahaya Agro: Mitra Strategis Pengembangan Desa Wisata Produktif & Mandiri
Published 3 days ago
Judul: Kredit Program Perumahan (KPP): Solusi Cerdas Wujudkan Hunian Produktif untuk CA Preneurs
Published 1 week ago
Desa Wisata Samiran: Harmoni Alam, Tradisi, dan Kemandirian di Lereng Merapi–Merbabu
Published 1 week ago
Cahaya Agro Teknik Buka Kolaborasi Strategis dengan Universitas di Seluruh Indonesia
Published 2 weeks ago
Cahaya Agro Teknik Buka Kolaborasi Strategis dengan Universitas di Seluruh Indonesia
Published 2 weeks ago